 |
| Petani Kentang, Dieng Akhir 2009 |
Apa hubungan antara bisnis dan
pemberdayaan masyarakat? Selama ini bisnis diyakini sebagai entitas yang sangat
berbeda dengan aktifitas sosial. Dalam terminologi untung rugi, semua komponen
pengeluaran dihitung sebagai unsur biaya yang memengaruhi modal. Pemberdayaan menyaratkan adanya unsur altruisme. Sekilas keduanya tidak nyambung. Benarkah demikian?
Pemahaman tradisional tentang
tujuan bisnis sering kali hanya terbatas pada perolehan keuntungan maksimal.
Padahal menurut Muhammad Yunus dalam bukunya Creating a World Without Poverty, pemahaman seperti ini merupakan
pemahaman yang salah karena telah mereduksi aspek multidimensi dari manusia itu
sendiri. Seorang entrepreneur merupakan manusia sempurna yang memiliki aspek
multidimensi dan dengan sendirinya dilingkupi nilai-nilai seperti relijiusitas,
emosional, politikal, dan sosial. Oleh karena itu, sangat tidak manusiawi jika
seorang entrepreneur mencurahkan semua energinya hanya untuk memenangkan
kompetisi yang semata-mata dinilai oleh seberapa besar dia memperoleh profit.